Tampilkan postingan dengan label Interfaith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Interfaith. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2014

Beasiswa Study of United State Institutes on Religious Pluralism


Bermimpilah Setinggi Langit, Apabila Kamu Jatuh Maka Kamu Akan Jatuh Di Antara Bintang-Bintang
Terbang Tinggi Meraih Mimpi
Mimpi dan usaha adalah dua komponen penting dalam menjalani kehidupan riil yang berkualitas. Bermimpi tanpa usaha sama saja kita hidup dalam khayalan semu. Usaha tanpa mimpi akan membuat kehidupan kita berjalan datar dan tanpa makna. Sangat banyak sekali orang yang hanya mau bermimpi tanpa mau berusaha. Padahal jika kita mampu bermimpi, berarti kita harus mampu meraihnya. Tidak sedikit pula orang yang berusaha keras namun tidak berpatokan kepada mimpi, sehingga hidupnya cenderung stagnan.

Pada kesempatan ini, saya akan berbagi cerita ketika mimpi dan usaha berkolaborasi menciptakan sebuah pencapaian hebat, yakni ketika mimpi itu mampu terwujud, bahkan melebihi ekspektasi awal. Sebuah kesempatan untuk belajar ke luar negeri, bersama dengan anak-anak muda hebat Indonesia, melalui program beasiswa Study of United States Institutes for Student Leaders on Religious Pluralism and Democracy in America, yang biasa kami singkat SUSI RPA.

Minggu, 03 Agustus 2014

Eksplorasi Petualangan

Wisma Salib Putih, Wisma 7 Gunung yang Terletak di Dataran Tinggi
Aku bangun tidak terlalu pagi hari itu. Bahkan aku masih merasa cukup ngantuk sebab aku begadang pada malam harinya. Untuk mengatasinya aku mencoba mencuci muka berulang kali. Aku tidak boleh bermalas-malasan. Aku tidak boleh membuang-buang waktu di tempat seindah Wisma Salib Putih, tempat aku menginap, hanya dengan tidur-tiduran saja. Aku harus melakukan ritual rutinan seorang petualang ketika menjejakkan kaki di tempat baru, mengambil foto sebanyak-banyaknya. Terlebih sekarang aku berada di sebuah tempat yang sangat indah dan banyak dikunjungi orang, Wisma Salib Putih.

Rabu, 29 Januari 2014

Kenteng Dan Munculnya Bibit Kekeluargaan


Suara azan subuh terdengar bersahutan dari berbagai sudut dusun Kenteng. Kebanyakan suara azan tersebut berasal dari masjid di luar dusun Kenteng, sebab masjid di dusun Kenteng dapat dihitung dengan jari. Aku bangun seperti biasanya pada jam 4, sebelum waktu sholat subuh tiba. Aku tidak ingin membangunkan keluarga Pak Sutimin sehingga aku menghabiskan waktu selama 2 jam dengan membuat jurnal dan membaca buku di dalam kamar saja. Sekitar jam 6, baru aku keluar dari kamar setelah aku mendengar bunyi aktifitas di ruang tamu dan di dapur.