Jumat, 30 Mei 2014

Nothing To Lose

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar tentang KEIKHLASAN.
Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kau merasa sepi, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Selasa, 27 Mei 2014

Ada(b)t

Hanya karena kami menentang
maka kami yang dipersalahkan
tak lebih dari seorang jalang
yang berani berbeda pendirian

Memang mental sebagian Indonesia
usia adalah segalanya
laksana menganggap diri dewa
tak pernah salah gengsi mengakuinya

Kebenaranku kesalahan di matanya
yang kuyakini tak lebih dari upaya
menggoyahkan zona nyaman baginya
dan dia tak pernah peduli!!!

Aku lapar
Aku sepi
Aku mati
dan dia tak pernah peduli!!!

Jumat, 18 April 2014

Syair Dosa dan Realita

Aku hanya muak melihat teatrikal politik negeri ini,
rakyat sesenggukan lirih dalam kelaparan,
jiwa dan raga,
sementara mereka ongkang-ongkangan di singgasana kemewahan,
inilah realita, suka tidak suka,
dan hanya ada dua pilihan, berpaling ataukah mendobrak???
 

Tegakah aku berpaling???
Beranikah aku mendobrak???

Senin, 03 Februari 2014

Mimi Yang Membuka Mata Kami


Aku sudah biasa menghabiskan weekend di rumah dengan membaca buku atau sekedar browsing internet. Kebetulan hari ini sedang ada gangguan koneksi internet di rumah sehingga membaca buku adalah alternatif terakhir untuk memanfaatkan waktu senggang. Dua hari yang lalu aku baru saja kembali dari aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran selama seminggu penuh di Bekasi, sehingga aku tidak ingin membaca buku berat yang kembali menguras otak. Akhirnya kupilih buku bacaan inspiratif yang kudapatkan beberapa waktu yang lalu, Indonesia Berani. Lembar demi lembar kuhabiskan hingga aku sampai pada halaman yang berjudul Menggapai Asa Dalam Gulita.

Rabu, 29 Januari 2014

Kenteng Dan Munculnya Bibit Kekeluargaan


Suara azan subuh terdengar bersahutan dari berbagai sudut dusun Kenteng. Kebanyakan suara azan tersebut berasal dari masjid di luar dusun Kenteng, sebab masjid di dusun Kenteng dapat dihitung dengan jari. Aku bangun seperti biasanya pada jam 4, sebelum waktu sholat subuh tiba. Aku tidak ingin membangunkan keluarga Pak Sutimin sehingga aku menghabiskan waktu selama 2 jam dengan membuat jurnal dan membaca buku di dalam kamar saja. Sekitar jam 6, baru aku keluar dari kamar setelah aku mendengar bunyi aktifitas di ruang tamu dan di dapur.

Selasa, 14 Januari 2014

1 Hari Bermakna


Dari Percik Menuju Induk Semang, Mencari Identitas Kebaikan

Pukul 4 pagi aku sudah terbangun. Ada rasa malas untuk beranjak dari kasur karena cuaca yang cukup dingin dan sejuk, terlebih teman-teman (peserta IYP laki-laki) yang lain masih tertidur pulas. Saat bumi Salatiga sudah agak terang, sekitar pukul 5 pagi, aku pun menjelajahi lingkungan sekitar Kampoeng Percik. Percik berada di dataran tinggi, lereng gunung, yang asri dan memiliki keindahan murni, sekitar 10 menit perjalanan darat dari kota Salatiga. Berada di Percik seakan-akan sama dengan berada di sebuah kampung di dalam hutan. Suara tokek, suara jangkrik, dapat didengar kapan saja. Hanya saja, keasrian dan kemurnian lingkungan Percik terganggu dengan adanya bau tidak sedap yang berasal dari pabrik pemotongan ayam, tepat di depan lingkungan Kampoeng Percik.